Dalam kegiatan yang bertujuan menyusun usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2026 tersebut Bappeda Provinsi Jawa Timur diwakili Kepala Bakorwil I Madiun menargetkan kemiskinan Pacitan 2026, setinggi-tingginya 11,77-12,16 persen. Sebelumnya di 2024, kemiskinan Pacitan nangkring di angka 13,08 persen.
“2024, kemiskinan diangka 13,08 masih diatas Provinsi Jawa Timur 9,56%, ditarget kemiskinan Pacitan 2026, setinggi-tingginya 11,77-12,16 persen,”ucap Kepala Bakorwil Madiun Bapak R. Heru Wahono Santoso.
Dengan kondisi tersebut, Bappeda Provinsi Jatim menarget kemiskinan Pacitan pada RKPD 2026 lebih tinggi.
Pemkab Pacitan tidak tinggal diam untuk mengentaskan kemiskinan. Apalagi kemiskinan masih menjadi isu strategis perioritas urutan pertama dari delapan program prioritas RKPD 2026.
Selain itu Bappeda Jatim juga menyoroti terkait IPM 68,39 pada tahun 2021 diminta untuk ditarget naik setinggi-tingginya pada RKPD 2026.
Selain monyoroti terkait kemiskinan, Kepala Bakorwil Madiun Heru Wiwoho Santoso juga menyebut IPM (indeks Pembangunan Masyarat dan rasio gini harus lebih digenjot lagi. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga di senggol Bappeda Jatim.
Sejumlah pembangunan besar di Pacitan juga disebut - sebut menjadi prioritas perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Timur.
Bupati Aji dalam sambutannya sangat mengharap kepada Prov Jatim untuk akses jalan Pacitan-Ponorogo-Madiun ikut menjadi perhatian serius agar lalu lintas menjadi lebih cepat.
Reporter:Asri