Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko membenarkan bahwa cuaca ekstrem masih membayangi perayaan Lebaran 2025.
“Masih ada, cuaca ekstrem intai wilayah Pacitan diperkirakan sampai Bulan April. Kita tetap waspada, kita mantau terus informasi dari BMKG seandainya ada sesuatu yang perlu penyikapan lebih lanjut kewaspadaan kita langsung akan meneruskan ke wilayah,”ucapnya.
BPBD sudah melakukan pemetaan titik rawan pada jelang arus mudik lebaran 2025, di fokuskan di wilayah utara yaitu Kecamatan Tegalombo dan sebagian kecil Kecamatan Kebonangung.
“Sehingga manakala BPBD memantau memonitoring prediksi cuaca ekstrem tiba jam sekian sampai sekian kita segera meginformasikannya kepada OPD terkait untuk bertindak. Dicontohkan, jalur Ponorogo-Pacitan tempat langganan longsor, kita dengan UPT segera standby dengan aparat dan alat berat sehingga walaupun terjadi longsor jangan sampai membuat arus lalu lintas menjadi tertahan lebih lama,”jelasnya.
Infografis bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan, menyebutkan total bencana tahun 2025 update 21 Maret 109 jumlah kejadian, jenis bencana tanah longsor mendominasi sejumlah 78 kali, pohon tumbang sebanyak 10 kali kejadian, erosi 5 kejadian, banjir luapan 2 kejadian, angin kencang 2 kejadian, cuaca ekstrem dan puting beliung 1 kejadian.
Dengan korban meninggal dunia 2 orang, selamat 2, luka atau sakit 5, dan mengungsi 9 orang.
Adapun dampak kerusakan rumah rusak total 78 unit dan fasilitas terdampak total 59 unit dengan rincian jalan 27 titik, talud 7, saluran air irigasi 1, dan sekolah atau gedung 4 unit.
“Potensi bencana diwilayah Pacitan masih didominasi tanah longsor.”pungkasnya.
Reporter:Asri