Adanya tren peningkatan perkara narkotika di Pacitan belum genap setahun 2024 disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Eri Yudianto saat berikan sambutan Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pacitan, Selasa (27/8/2024).
“Barang bukti narkotika menjadi kewajiban Kajari berlakukan status peningkatan, Terus terang saja untuk perkara narkotika dan obat obatan terlarang meningkat, perlu kami sampaikan disini sebagai bahan masukan. Ini ada positip dan negatif nya. biasanya sebuah daerah atau kabupaten itu tingkat pidananya tinggi itu linier dengan kemajuan daerah nya. Kejahatan narkotika ini tidak hanya dilakukan orang dewasa saja tapi merambah ke anak-anak,”katanya.
Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak dalam mencegah dan menekan peredaaran narkotika di wilayah Pacitan.
Oleh karena itu diperlukan kerjasama untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di Pacitan. Tugas penegak hukum di Pacitan, Kejaksaan dan Kepolisian untuk sama-sama menjaga anak anak daerah jangan sampai banyak terjebak narkotika.
“Saya apresiasi dengan pihak kepolisian berhasil mengungkap tindak pidnaa narkotika seberat 350 gram atau 3 setengah ons, cukup banyak juga. Saya datang di Pacitan bulan November, perkara narkotika masih minim dan sekarang sudah mulai banyak.”lanjutnya.
“Itu tentunya isu menarik di perkara tindak pidana saat ini, butuh perhatian serius dan perioritas,”imbuhnya.
Masukan untuk pemerintah daerah, ada 3 isu yang harus menjadi catatan, isu narkoba itu yang harus tidak henti-hentinya untuk menyampaikan kepada masyarakat agar menghindari itu. Begitupun, terkait judi online juga menjadi atensi penegak hukum di Pacitan.
Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Eri Yudianto mengungkapkan, sebagai salah satu aparat penegak hukum untuk mengajak sama-sama menanggulangi ketiga isu penting tindak pidana tersbeut agar apa yang dicita-citakan, diinginkan masyarakat Pacitan guyub rukun adem ayem tertib hukum bisa dilaksanakan dengan baik.
“Mohon Pak Kapolres bahu membahu untuk menanggulangi perkara ini, karena perkara ini merusak anak anak bangsa. Terakhir isu yang hangat saat ini mendekati Pemilihan bupati, harus bisa terlepas dari HP. Sekarang itu bukan lagi mulutmu harimau mu,tapi tanganmu harimaumu. kadang ketik-ketik tulisan ujung ujung nya tersangkut perkara pidana.”tutupnya.
Reporter:Asri